Dulu waktu masih masa – masa SD sama
SMP kalau pas mau ada acara kaya belajar bareng atau kerja kelompok acara
perpisahan kelas aku suka minta bikinin macaroni schottel ini ke ibu (dengan
syarat bilangnya engak mepet dan ibuku pas g lagi sibuk tentunya). Tiap kali
dibawa ke sekolah umurnya selalu engak pernahlama. Langsung tandas. Kalo aku
suka bikin ini pas saudara – saudaraku ngumpul bareng. Soalnya makanan yang
satu ini enak buat “tombo luwe” sama cemal – cemil. Paling enak kalo dimakan
pas masih anget sama sambel atau sama saus tomat. Yummy banget dah. Buat yang
mau buat ini dia resepnya. Selamat Mencoba….
Selasa, 06 Maret 2012
Minggu, 04 Maret 2012
The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn [2011]
Entah apa yang ada di pikiran para juri Oscar sehingga film animasi pertama besutan Steven Spielberg ini tidak masuk dalam daftar Best Animated Feature Film di tahun 2012 ini. Pemikiran mereka sungguh berbeda jika dibandingkan dengan hasil pengumuman ajang Golden Globe ke-69 yang dilangsungkan pada tanggal 15 Januari 2012 yang berhasil mentasbihkan film yang diangkat dari komik legendaris asal Belgia ini sebagai Best Animated Feature Film yang mengalahkan saingannya sepertiArthur Christmas, Cars 2, Puss in Boots dan Rango. Untuk menghibur, film animasi CGI ini pun mendapatkan satu nominasi saja, yaitu Best Original Score setelah juri Oscar menilai bahwa sang komposer langganan Spielberg, John Williamspantas untuk dimasukkan dalam daftar tersebut.
Film ini mengalami perjalanan yang sangat panjang sebelum ditampilkan ke layar lebar. Semulanya bermula saat Spielberg kelar menyelesaikan babak pertama dari trilogi petualangan Indiana Jones; Raiders of the Lost Ark di tahun 1981. Saat Spielberg membaca ulasan film yang membandingkan film yang baru saja dirampungkannya dengan komik Tintin, dirinya pun penasaran dengan Tintin ini. Untuk mengobati rasa penasarannya, Spielberg pun mendapatkan salinan komik Tintin dalam bahasa Perancis dari sekretarisnya. Tak butuh waktu lama bagi Spielberg untuk jatuh cinta dengan tokoh rekaan komikus asal Belgia bernama Hergé ini. Dengan segera, Spielberg menjadi penggemar kisah petualangan-petualangan Tintin. Karena tertarik, Spielberg pun tertarik untuk memfilmkannya. Hergé yang cukup kecewa dengan versi live action dan film kartun yang telah dibuat sebelumnya ini antusias ketika mengetahui niat Spielberg tersebut. Menurutnya, jika kisah Tintin dikerjakan oleh Spielberg maka hasilnya akan luar biasa. Hergé sendiri merupakan penggemar Spielberg.
Martabak Mi
Mulai dari SD sampai sekarang aku hobi banget yang namanya bawa bontot (bekal) bikinannya Ibu (soalnya kalau pagi misalnya disuru bikin sendiri waktunya enggak cukup. Keburu telat entar). Diantara macam - macam bontotan yang aku bawa Martabak Mi inilah yang paling laris dimintain sama teman - teman sekelas. Sengaja aku tulis di sini karena suka ditanyain cara bikinnya, dan dari dulu selalu laris dimintain temen - temen (selain untuk nambahain kuota artikel buat tugas juga hehe.Peace yaa).
Bahan:
Bahan:
- 2 butir telur ayam
- 1 lenjer (apa ya istilahnya, aku bingung) Mi Telor (aku biasanya pake yang merek 3 telur ayam, bungkusnya warna kuning#sedikitpromosi :p) bisa juga pakai 2 bungkus mi instan.
- sosis / bakso / kornet / ayam goreng yang udah di potong dadu (apa aja terserah)
Tintin di Negeri Emas Hitam
Aku kenal serial The Adventure of Tintin sejak umur 5 tahun. Awal tertarik itu gara -gara liat mas mbakku baca komik ini. Pertamanya cuma dilihat lihat doang, dibolak balik aja.Kalau udah bosen ya ganti buku lainya. Setelah bisa baca baru deh ngerti ceritanya. Suka sama komik Tintin juga karna kecipratan pengaruh dari Ibu aku.Koleksi pertama judulnya Tintin Di Negeri Emas Hitam. Bukunya dulu punya Ibu terus dikasiin ke anak -anaknya. Sekarang bukunya udah sobek kertasnya juga udah kuning maklum umur bukunya sekarang lebih tua dari pada aku (terbitan 1986).
Lokasi: Malang
Jalan Ungaran, Malang, Indonesia
Creamy Corn Soup
Di belakang rumahku sama ayah ditanamanin macam - macam tanaman, buat acara seneng - senengnya ortu hehe. Tanaman yang ditanem mulai dari tumbuhan berkayu yang bisa terus bertahan sampai bertahun - tahun (amin :)) kaya mangga, jambu air, dll sampai yang tanaman cuma sekali panen. Untuk yang tanaman sekali panen ini sama ayah ditanam pohong (ubi kayu, singkong,red.) dan jagung manis. Pakai sistem tumpang sari (bener engak sih?), pertama jagung manisnya di tanem duluan kalau udah mulai berbunga baru deh kita tanam singkong.
Hasilnya lumayan banget untuk di bagi ke tetangga kanan kiri. Tapi berhubung kemarin di Malang pas lagi musim angin kencang bisa dibilang jagungnya gagal panen. Buahnya jadi kecil - kecil (sayang banget); ). Kalau di bandingkan sama ukuran normal, jagung ini cuma setengahnya. Emang tidak semua berukuran seperti itu, mau di bagikan ke tetangga sungkan tapi dibuat sendiri juga banyak. Akhirnya hampir seminggu di meja makan ada olahan dari jagung. Dadar jagung sama jagung rebus nagkring terus di meja makan. Tapi begitu pas hari minggu ibu masaknya istimewa. Wah..
Buat temen - temen yang pingin belajar bikin ini dia resepnya..
Hasilnya lumayan banget untuk di bagi ke tetangga kanan kiri. Tapi berhubung kemarin di Malang pas lagi musim angin kencang bisa dibilang jagungnya gagal panen. Buahnya jadi kecil - kecil (sayang banget); ). Kalau di bandingkan sama ukuran normal, jagung ini cuma setengahnya. Emang tidak semua berukuran seperti itu, mau di bagikan ke tetangga sungkan tapi dibuat sendiri juga banyak. Akhirnya hampir seminggu di meja makan ada olahan dari jagung. Dadar jagung sama jagung rebus nagkring terus di meja makan. Tapi begitu pas hari minggu ibu masaknya istimewa. Wah..
Buat temen - temen yang pingin belajar bikin ini dia resepnya..
Sabtu, 03 Maret 2012
Lorien Legacies 2, The Power Of Six By Pittacus Lore
Penerbit : Harper Collins Publisher
Tebal : 406 Halaman
Jebakan buku berseri adalah kalo udah baca seri 1 nya pasti gatel kalo liat seri 2 nya udah terbit, hehe. Buku ini adalah seri ke-2 dari kisah Lorien Legacies. Buku pertamanya I am Number Four sudah di filmkan dan bukunya juga sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia.
Pengarangnya, Pittacus Lore adalah nama samaran. Pittacus Lore ini juga adalah salah satu tokoh tetua di planet Lorien, jadi seolah-olah buku ini ditulis oleh salah satu tokoh dalam cerita itu sendiri, sebagaimana ditulis di belakang buku tentang informasi pengarang :
“Pittacus Lore is Lorien’s ruling elder. He has been on Earth for the last twelve years, preparing for the war that will decide earth’s fate. His whereabouts are unknown.”
The Artist, Sebuah Kebisuan yang Mempesona

Dalam banyak hal, The Artist adalah sebuah pencapaian prestasi. Sebuah
film bisu produksi zaman sekarang yang, saking sempurna penggarapannya,
bisa saja dianggap sebagai sebuah film klasik betulan produksi tahun
20-an. Segala teknik yang digunakan dalam produksi The Artist
(pencahayaan, pengaturan bayangan, pengaturan warna hitam dan putih)
menunjukkan sebuah keseriusan yang didasari pada study mendetail tentang
film klasik zaman baheula.
Selain masalah teknis, The Artist mempunyai jiwa sebuah film bisu. Film ini mempunyai momen-momen yang sangat khas dalam sebuah film klasik. Sebut saja kesetiaan dan kerinduan yang divisualisasikan dengan sangat baik. Sutradara Michel Hazanavicius dan para aktornya sukses menyuguhkan gesture yang terarah, murni, tanpa harus terjebak dalam sebuah kekonyolan gerak.
Jean Dujardin, bermain sebagai seorang idola film bisu, tidak hanya melakukan gerakan-gerakan tanpa makna. Dia sanggup masuk ke dalam sebuah kesadaran tentang berakting dalam film klasik tanpa suara. Senyumnya sangat khas dan mempesona, sesuatu yang sudah hilang seiring diproduksinya film yang bersuara (talkies).
Langganan:
Postingan (Atom)
